Resensi Film Artificial Intelligence (A.I)


Film Artificial Intelligence (A.I) ini dibintangi Oleh Haley Joel Osment yang berperan sebagai David, Jude Law yang berperan sebagai Gigolo Joe, Frances O’Connor yang berperan sebagai Monica, Sam Robards yang berperan sebagai Henry, Brendan Gleeson, dan William Hurt.

Film Artificial Intelligence (A.I) ini bercerita tentang suatu zaman dimana bumi telah merasakan akibat dari pemanasan global. Semua es kutub mencair. Sehingga sebagian besar bumi sudah sudah terendam air akibat dari pemanasan global tersebut. Cybertronics Manufacturing adalah perusahaan yang memproduksi robot. Cybertronics Manufacturing menciptakan sebuah robot yang dinamakan Mecca. Mecca sendiri adalah sebuah robot yang punya kemampuan yang sama seperti manusia. Tujuannya sendiri untuk menggantikan peran manusia dalam melakukan pekerjaan seperti berkebun, memasak, menjaga rumah, maupun pekerjaan lain yang biasa dilakukan oleh manusia. Cybertronics Manufacturing juga membuat sebuah robot yang mempunyai kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ) yang bernama David. David adalah nama untuk sebuah robot anak - anak yang bisa tertawa, bermain, sedih, dan merasakan kasih sayang dan cinta, layaknya anak manusia seperti biasanya. Sebagai percobaan pertamanya, Cybertronics Manufacturing memberikan David kepada salah satu pegawainya, Henry dan istrinya yang bernama Monica. Henry memiliki seorang anak yang menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan yang bernama Martin. Henry tidak mau mengatakan kepada istrinya. Karena itu dia berniat untuk menggantikan anaknya dengan sebuah robot Mecca yaitu David. Pada awalnya, Monica tidak mau dengan keberadaan David namun lama - kelamaan Monica pun menjadikannya sebagai anak layaknya manusia sungguhan meskipun pada saat itu Martin sudah sembuh.

Namun suatu saat Monica membuangnya ke hutan dikarenakan dapat membahayakan keluarga Henry. Bagi Monica kehidupan robot tak selamanya sejalan dengan kehidupan manusia karena robot hanya berdasarkan logika dan perintah - perintah. Robot tidak memiliki hati, dia hanya menjalankan perintah atau sistem - sistem penalaran ciptaan manusia. David yang ditinggal oleh Ibunya sendiri bersama Teddy .Teddy (boneka robot beruang) adalah robot super canggih pertama, dengan logika jenius yang dimiliki keluarga inilah yang terus menjadi pendamping David bersosialisasi dengan lingkungan manusia. Lalu David bertemu seorang Gigolo yang bernama Joe sehingga dari situ awal mulanya petualangan David untuk mencari Peri Biru agar bisa menjadikan dirinya menjadi manusia sungguhan bukan robot. Dalam petualangannya untuk mencari Peri Biru mendapatkan suatu hambatan, yaitu ditangkapnya mereka berdua oleh anggota Flesh Fire. Flesh Fire sendiri bertugas sebagai penghancur robot - robot yang telah usang atau robot yang melakukan kesalahan (robot error). Dengan perlengkapan canggih Flesh Fire mampu menangkap ribuan robot - robot bermasalah. Yang pada akhirnya mereka berdua pun lolos dari tempat Flesh Fire, lalu David bersama Joe pergi ke Kota Rouge yang dekat kota Dalawere. Di kota ini David, Teddy, dan Joe pergi ke tempat Dr. Tahu untuk menanyakan tempat dimana bisa bertemu dengan Peri Biru. Setelah diberi tahu oleh Dr. Tahu tempat untuk bertemu Peri Biru di kota Manhattan, lalu David bergegas pergi ke Kota Manhattan dengan menggunakan ampibicopter yang ditemani oleh Teddy dan Joe.

Sesampainya di Kota Manhattan David tidak bertemu dengan Peri Biru dulu tetapi dia bertemu dengan Prof Allen Hoby yang menantinya. David terus menginginkan Peri Biru itu. Petualangan David dan Teddy di mulai di dasar laut, tetapi Joe tidak ikut karena ditangkap oleh polisi robot karena tuduhan pembunuhan wanita langganannya di kamar hotel sebelumnya. Di dalam laut akhirnya David menemukan Peri Biru padahal Peri Biru itu hanya sebuah patung. Lalu ia berdoa kepada Peri Biru agar dijadikan sebagai manusia sungguhan. 2000 tahun telah berlalu, laut yang menenggelamkan kota tersebut berubah menjadi es dan peradaban zamanpun telah berubah. David dan Teddy ditemukan telah membeku oleh sekelompok mahluk asing. Lalu David dan Teddy ditolong oleh mahluk asing tersebut untuk dikabulkan permintaannya karena bagi mereka David adalah robot unik masa lalu yang harus mereka teliti layaknya binatang purba yang masih bisa bertahan hidup. Permintaan David adalah bisa menghidupkan ibunya kembali yaitu Monica yang telah tiada pada 2000 tahun yang lalu. Akan tetapi mahluk asing tersebut membutuhkan contoh fisik seperti kuku, rambut, tulang asli dari Monica. Teddy menjadi penolong karena sewaktu David memotong rambut Monica saat yang lampau, Teddy masih menyimpan rambut itu hingga saat ini. keajaibanpun tiba, Monica hidup kembali dengan modal sehelai rambut yang tersimpan disaku Teddy. Tetapi itu tidak bertahan lama karena teknologi mahluk asing tersebut hanya bisa menghidupkan orang yang mati hanya bertahan selama satu hari. Kemudian mati kembali selama - lamanya dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Hanya dengan satu hari David bisa merasakan kasih sayang Monica yang dia anggap sebagai ibunya. Dan pada detik - detik akhir Monica akan tidur selamanya, David pun mengikuti untuk tiduk bersamanya selama - lamanya.

1 Response to "Resensi Film Artificial Intelligence (A.I)"